Setiap memasuki bulan Muharram, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai menghitung hari menuju tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai Hari Asyura. Tanggal ini bukan sekadar penanda dalam kalender Hijriah, tetapi juga menyimpan sejarah panjang, pelajaran spiritual, dan berbagai peristiwa penting yang dikenang sepanjang zaman.
Lalu, apa sebenarnya yang istimewa dari tanggal 10 Muharram?
Apa Itu Hari Asyura?
Kata Asyura berasal dari bahasa Arab ‘asyarah yang berarti “sepuluh”. Hari Asyura merujuk pada tanggal 10 Muharram, salah satu hari yang memiliki keutamaan dalam tradisi Islam.
Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, dan menjauhi berbagai perbuatan maksiat.
Di antara hari-hari dalam Muharram, tanggal 10 memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena berkaitan dengan sejumlah peristiwa bersejarah dan ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Sejarah Asyura dalam Tradisi Islam
Salah satu kisah paling terkenal yang terkait dengan Hari Asyura adalah peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Ketika ditanya alasannya, mereka menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari kemenangan Nabi Musa AS atas Fir’aun dan pasukannya.
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti jejak Nabi Musa AS. Beliau kemudian berpuasa pada hari tersebut dan menganjurkan umatnya untuk melakukannya.
Peristiwa ini menjadikan puasa Asyura sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.
Keutamaan ini menjadikan puasa Asyura sebagai salah satu ibadah sunnah yang paling dinanti setiap tahunnya.
Agar berbeda dengan praktik puasa kaum Yahudi pada masa itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk menambahkan puasa sehari sebelumnya, yakni tanggal 9 Muharram yang dikenal sebagai puasa Tasu’a. Sebagian ulama juga membolehkan menambah puasa pada tanggal 11 Muharram.
Peristiwa Penting yang Dikaitkan dengan Asyura
Dalam tradisi Islam berkembang berbagai riwayat yang mengaitkan Hari Asyura dengan sejumlah peristiwa besar, seperti:
- Diterimanya tobat Nabi Adam AS.
- Berlabuhnya bahtera Nabi Nuh AS setelah banjir besar.
- Diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari api Raja Namrud.
- Keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan.
- Kesembuhan Nabi Ayyub AS dari penyakit yang dideritanya.
Meski sebagian riwayat mengenai peristiwa-peristiwa tersebut memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda, Hari Asyura tetap dipandang sebagai momentum refleksi atas pertolongan Allah kepada para nabi dan hamba-Nya yang beriman.
Menghitung Hari Menuju Asyura
Menjelang datangnya 10 Muharram, banyak umat Islam mulai menghitung hari untuk mempersiapkan diri menjalankan puasa sunnah dan meningkatkan kualitas ibadah.
Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk:
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
- Memperbanyak zikir dan doa.
- Bersedekah kepada sesama.
- Menjalankan puasa Tasu’a dan Asyura.
- Melakukan introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Menghitung hari menuju Asyura bukan sekadar menunggu tanggal di kalender, melainkan menyiapkan hati agar dapat meraih keberkahan yang terkandung di dalamnya.
Hikmah yang Bisa Dipetik
Hari Asyura mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi mereka yang bersabar dan tetap teguh dalam keimanan. Kisah Nabi Musa AS menghadapi Fir’aun menjadi simbol bahwa kebenaran pada akhirnya akan mengalahkan kezaliman.
Selain itu, puasa Asyura juga mengingatkan umat Islam tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah melalui ibadah dan amal kebaikan.
Di tengah kesibukan kehidupan modern, momen 10 Muharram dapat menjadi kesempatan untuk memperlambat langkah sejenak, merenungkan perjalanan hidup, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Penutup
Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura bukan hanya hari bersejarah dalam kalender Islam, tetapi juga momentum spiritual yang sarat makna. Dari kisah penyelamatan Nabi Musa AS hingga anjuran puasa sunnah yang penuh keutamaan, Asyura mengajarkan nilai syukur, kesabaran, dan pengharapan kepada Allah SWT.
Karena itu, saat hari-hari menuju Asyura semakin dekat, mari mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan agar dapat menyambutnya dengan hati yang lebih bersih dan penuh keimanan.


